Beberapa Hal Yang Harus Diketahui Tentang Baterai Smartphone

Beberapa Hal Yang Harus Diketahui Tentang Baterai Smartphone - Artikel Tentang Gadget - Banyak pengguna smartphone yang sampai saat ini masih bertanya-tanya agar baterai smartphone yang dimilikinya awet dan bisa bertahan lama. Karena baterai merupakan jantung dari sebuah smartphone. Apabila tidak ada baterai, maka smartphone tidak bisa menyala. Ketahanan sebuah baterai smartphone merupakan masalah tersendiri bagi pemilik smartphone, hal itu tergantung dari pemakaiannya juga. Ada yang bisa bertahan dalam hitungan bulan, dan ada pula yang bertahan sampai bertahun-tahun.

Beberapa Hal Yang Harus Diketahui Tentang Baterai Smartphone


Lithium-ion adalah jenis baterai yang diadopsi sejumlah vendor smartphone untuk memperkuat perangkatnya hingga lebih dari dua dekade, dan belum berubah sejak Sony mulai memproduksinya pada 1991. Meskipun banyak ilmuwan yang berusaha untuk mencari cara yang jauh lebih efektif ketimbang lithium-ion, tapi saat ini belum ada jenis baterai yang sepenuhnya menggantikan dominasi lithium-ion.

Di dalam kehidupan sehari-hari, banyak asumsi mengenai baterai smartphone yang perlu diketahui oleh kawan Begawai. Diantaranya yaitu:

Apakah baterai ponsel perlu dicas saat baru dibeli?


Sejumlah penjual banyak yang menyarankan agar pengguna mengisi baterai pada smartphone yang baru saja dibeli hingga penuh dan dicas hingga berjam-jam sebelum digunakan. Sebenarnya hal ini tidak perlu dilakukan, karena jenis baterai sebelumnya seperti nikel kadmium memiliki “efek memori” yang berarti baterai akan mempertahankan kapasitas tertentu berdasarkan bagaimana mereka telah diisi dan dikosongkan. Dengan baterai jenis lithium-ion yang lebih modern, kebanyakan kalangan setuju bahwa tidak ada efek tersebut dan baterai ini pun lebih handal.

Apakah daya baterai menurun dari waktu ke waktu?


Daya baterai memang akan semakin turun jika digunakan, semakin sering dicas maka daya baterai akan semakin terkuras.

Benarkah ngecas terlalu lama bisa merusak baterai?


Tidak juga. Banyak yang beranggapan bahwa ‘ngecas’ baterai smartphone terlalu lama dapat membuat kondisi baterai memburuk. Sistem baterai modern, bisa mengurangi tegangan listrik, sehingga akan menyesuaikan kebutuhan daya yang dibutuhkan. Kecuali smartphone dalam kondisi overheat. Panas menyebabkan kinerja baterai lithium-ion berkurang. Suhu panas yang lebih dari 30 derajat Celcius dapat merusak baterai.

Apakah harus menunggu sampai baterai kosong dulu baru dicas?


Tidak juga. Kamu bisa mengisi baterai smartphone sesuai dengan kebutuhan. Karena siklus pengisian baterai yang lama sebenarnya lebih buruk dari pada yang sebentar. Kesimpulannya adalah menggunakan smartphone dengan baterai minimum 50 persen, kemudian melakukan pengisian lagi dan memakainya hingga di bawah 50 persen, lebih baik daripada benar-benar kosong.

Apakah mematikan Wi-Fi bisa meningkatkan daya baterai?


Wi-Fi dan Bluetooth memiliki karakter berbeda dalam menguras daya baterai. Mematikan dua konektivitas tersebut memang bisa membuat baterai lebih hemat, tetapi tak terlalu berpengaruh. Saat sinyal jaringan telekomunikasi tidak stabil dan smartphone bekerja mencari sinyal, bagaimanapun sangat menguras daya baterai.

Baterai smartphone Anda tidak pernah terisi penuh 


Kebanyakan smartphone, tablet, dan perangkat lainnya dirancang untuk tidak mengisi penuh daya baterai yang digunakan karena daya menyebabkan ketidak stabilan yang sangat berbahaya. Kebanyakan smartphone dan tablet akan mengisi daya baterai sampai 80% dan akan menampilkan tanda terisi penuh di layar smartphone. Kebohongan kecil ini dimaksudkan untuk kebaikan Anda sendiri.

Baterai dan charger murah sangat tidak baik untuk smartphone


Banyak alasan yang menjadikan baterai dan charger murah atau KW bukanlah pilihan yang baik untuk gadget Anda. Tapi alasan terpenting adalah keselamatan. Baterai dengan separator yang dibuat dengan buruk bisa menyebabkan kerusakan secara tiba-tiba dan bisa terbakar. Charger yang dibuat tanpa perlindungan yang memadai bisa menggirimkan terlalu banyak energi ke smartphone, dan dapat menyebabkan ledakan. Akhir-akhir ini sering kali terdengar kasus smartphone yang meledak, dan kebanyakan alasannya adalah karena baterai dan charger murah.

Tidak perlu menutup aplikasi untuk menghemat baterai smartphone


Google dan Apple tentu sudah memikirkan matang-matang mengenai daya baterai smartphone akan cepat habis jika aplikasi dibiarkan hidup sepanjang waktu. Sistem operasi smartphone saat ini, seperti Android dan iOS sudah diatur untuk mencegah atau secara otomatis mematikan aplikasi yang memang tidak digunakan setelah beberapa menit. Ketika Anda membuka daftar panjang aplikasi yang baru digunakan, aplikasi-aplikasi tersebut hanya ‘ditampilkan’ dan tidak berjalan. 

Nah mungkin itu adalah Beberapa Hal Yang Harus Diketahui Tentang Baterai Smartphone , pada intinya kita harus cukup berhati-hati dalam menggunakan smartphone. Harus selalu diperhatikan juga untuk setiap tata cara penggunaan dan larangan yang diberikan manufaktur demi kebaikan dan keselamatan Anda, khususnya dalam penggisian daya baterai smartphone seperti Samsung Galaxy Android dan pengguna tablet. Jangan pernah meremehkan setiap peringatan yang diberikan karena dapat menyebabkan kecelakaan yang mengancam keselamatan Anda. 

Semoga Bermanfaat :)

Related

Tips 2281141033696649771

Post a Comment

emo-but-icon

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item